- 26 Orang Lulus Uji Diklat PANSER KSBSI Angkatan Ke X
- KSBSI Gelar Forum Diskusi Kupas Usulan Tentang RUU Ketenagakerjaan yang Baru
- KSBSI Bersama Federasi Afiliasi Gelar Diskusi Tentang Isu Platform Ekonomi
- FSB NIKEUBA Hadiri Penandatanganan PKB AMCO di Malaysia
- Kampanye Lawan Pelecehan Seksual Menguat, Perempuan Serikat PekerjaPramudi Transjakarta (SPPTJ) Ambi
- KSBSI Hadiri Sidang Pleno TUAC ke 157 di Sela Konferensi OECD Paris
- FSB NIKEUBA Ikuti Agenda Lokakarya Program Monitoring Uni Global
- DPP FSB NIKEUBA Terima Kunjungan Sekretaris Regional UNI Global Union AP
- FSB NIKEUBA Gelar Membership Meeting dan Kunjungan ke BLK Palembang
- Konsolidasi Pengurus PK FSB Nikeuba ISS INDONESIA
26 Orang Lulus Uji Diklat PANSER KSBSI Angkatan Ke X

Diklat ini menjadi penting dilaksanakan karena PANSER merupakan bagian dari Self Defence Unit (SDU) atau Unit Pertahanan diri yang dibutuhkan KSBSI tidak saja dalam aksi demonstrasi baik nasional maupun daerah, namun dibutuhkan dalam kegiatan seperti Kongres atau Munas organisasi.
Panglima PANSER KSBSI Nasional, Bambang SY menekankan, setiap anggota PANSER harus berani dan bertanggung jawab, sebab tugas lain dari PANSER sebagai Penegak Peraturan dan Ketertiban (Tratib) organisasi.
"Panser KSBSI itu harus berani saat bertugas di Lapangan karena kita adalah penegak tratib organisasi," kata Bambang saat membuka Pelatihan PANSER Angkatan ke 10.
Baca Lainnya :
- KSBSI Gelar Forum Diskusi Kupas Usulan Tentang RUU Ketenagakerjaan yang Baru0
- KSBSI Bersama Federasi Afiliasi Gelar Diskusi Tentang Isu Platform Ekonomi0
- FSB NIKEUBA Hadiri Penandatanganan PKB AMCO di Malaysia0
- Kampanye Lawan Pelecehan Seksual Menguat, Perempuan Serikat PekerjaPramudi Transjakarta (SPPTJ) Ambi0
- KSBSI Hadiri Sidang Pleno TUAC ke 157 di Sela Konferensi OECD Paris0
Ia pun meminta para peserta mengikuti pelatihan dengan baik. Selama 2 hari, peserta akan dididik dengan berbagai materi, mulai materi baris berbaris, bimbingan mental, Kepemimpinan, dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Dasar Beladiri hingga Manajemen Aksi.
Sementara itu, Kasdi salah satu Pelatih sekaligux pembina PANSER KSBSI meminta peserta mematuhi apa yang diinstruksikan para Pelatih dan para Pembina. “Apapun yang diperintahkan, wajib dilaksanakan. Tidak boleh ada bantah-bantahan,” kata Kasdi.
Senada, Ketua Panitia Pelaksana, Nunung mengatakan, kegiatan diklat ini mungkin tidak disukai para peserta. Lokasi yang becek dan berlumpur, makan tidak mewah dan cenderung sangat sederhana, tidur juga mungkin tidak nyaman. Untuk makan peserta, panitia hanya menyiapkan nasi bungkus dengan tempe, tahu goreng, sambal dan sayur untuk 3 kali makan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pendidikan tanpa kemewahan menjadi bagian dari pembangunan Kader PANSER yang militan yang diharapkan dapat membentuk karakter yang kuat di tengah persoalan penegakan norma dan aturan perburuhan.
Namun yang pasti, diklat PANSER Angkatan ke 10 ini telah meluluskan 26 peserta anggota baru Pasukan Serikat KSBSI yang siap bertugas dan telah resmi dilantik, dinyatakan lulus uji dan menjadi bagian dari keluarga besar PANSER KSBSI.
[REDKBB]
.png)

.jpeg)








